DIRI SAYA

Jumat, 17 Desember 2010

Pengertian Jasa

1.            Pengertian Jasa

7
 
Perbedaan antara produk dan jasa sukar dilakukan, karena pembelian suatu produk seringkali disertai dengan jasa – jasa tertentu dan pembelian suatu jasa seringkali pula meliputi barang – barang yang melengkapinya.  Meskipun demikian Kotler, Hoon Ang, Meng Leong dan Tiong Tan (2000:260) mendifinisikan jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud fisik (intangible) dan tidak menghasilkan kepemilikan atas sesuatu apapun. Sedangkan menurut Valarie A. Zethaml san Mary Jo Bitner dalam Lumpiyoadi dan Hamdani (2008:6) pada dasarnya jasa merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan berbentuk produk fisik atau konstruksi, yang umumnya dihasilkan dan dikomsumsi secara bersamaan serta memberikan nilai tambah konsumen.
Definisi jasa menurut Farida Jasfar (2009: 17) mendefinisikan jasa adalah setiap tindakan atau aktivitas dan bukan benda, yang dapat ditawarkan oleh sesuatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik), konsumen terlibat secara aktif dalam proses produksi dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa jasa merupakan hasil dari aktivitas atau tindakan yang tidak berwujud yang dihasilkan dan ditawarkan oleh perusahaan jasa kepada konsumen, yang proses penyampaiannya dilaksanakan secara simultan dan tidak mengakibatkan perpindahan kepemilikan. Selain itu, nilai dan keuntungan dari suatu jasa dapat berbeda - beda di antara pemakaiannya, karena sebagian sumber (input) untuk melakukan jasa berasal dari pembelian itu sendiri.
Menurut Fandy Tjiptono (1995;108) jasa memiliki empat karakteristik utama yang membedakannya dari barang, yaitu :
a.             Tidak Berwujud
Jasa berbeda dengan barang, jasa adalah suatu perbuatan, kinerja atau usaha. Bila barang dapat dilihat maka jasa hanya bisa dikomsumsi tetapi tidak dimiliki.
b.            Tidak Dapat Dipisah
Umunya jasa diproduksi dan dikomsumsi pada waktu yang bersamaan. Biasanya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara simultan.
c.             Variabilitas
Jasa bersifat variabel, artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut dihasilkan.
d.            Tidak Dapat Disimpan
Jasa tidak dapat disimpan. Hal ini tidak menjadikan masalah bila permintaannya tetap karena mudah untuk menyiapkan pelayanan untuk permintaan tersebut sebelumnya.

Keputusan Pembelian

1.            Proses Pengambilan Keputusan Pembelian

Dalam Buchari Alma (2007:97) keputusan membeli yang dilakukan oleh konsumen dipengaruhi oleh banyak hal, demikian pola konsumen – konsumen terbentuk karena pengaruh lingkungan, yaitu :
a.             Kebudayaan
Kebudayaan ini diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Dengan demikian selera seseorang individu akan mengikuti pola selera yang dilakukan oleh nenk moyangnya.
b.            Kelas Sosial
Merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai tingkat tertentu, yang memiliki nilai sikap yang berbeda dari kelompok tingkatan lain.
c.             Keluarga
Lingkungan terdekat dengan individu dan sangat mempengaruhi nilai – nilai serta perilaku seseorang dalam mengkonsumsi barang tertemtu.
d.            Referensi Grup
Individu sering menerima pengarahan pemikiran dari anggota kelompok yang mempengaruhi pola konsumsi.

Dalam pengambilan keputusan manusia dihadapkan pada cara - cara pengambilan keputusan. Menurut Buchari Alma (2007:104) proses pengambilan keputusan yang terjadi pada diri seorang konsumen dalam kaitannya untuk melakukan pembelian terdiri dari 5 tahapani, yaitu:
a.             Pengenalan kebutuhan
Dalam pengenalan kebutuhan maka seseorang merasakan adanya stimuli untuk membeli sesuatu. Stimuli ini bisa datang dari dalam diri sendiri maupun karena dorongan dari luar.
b.            Pencarian informasi
Pencarian informasi terhadap suatu produk maka seseorang mencari informasi yang dapat diperoleh dari sumber pribadi (teman, keluarga, tetangga, dll) maupun sumber komersial (iklan, display, dll)
c.             Evaluasi alternative
Dalam hal ini konsumen sangat berbeda evaluasinya karena tergantung pada pilihan atribut produk/jasa, sesuai atau tidak dengan keinginanmereka.
d.            Keputusan pembelian
Ini adalah tahap yang harus diambil setelah melalui tahapan – tahapan diatas. Kadang – kadang dalam pengambilan keputusan ini ada saja pihak lain yang memberi pengaruh terakhir, yang harus dipertimbangkan kembali, sehingga dapat merubah seketika keputusan semula.
e.             Hasil atau perilaku pasca pembelian
Apakah ia akan puas atau kecewa, tergantung pada jarak ekspektasi dengan kenyataan yang dihadapi. Jika kenyataannya tidak puas maka ia akan kecewa, jika sesuai antara apa yang diharapkan dengan yang dialami maka ia akan merasa puas.
Berdasarkan pendapat tersebut maka dalam penelitian ini akan dibahas mengenai tingkat kepuasan konsumen dan tindakan setelah membeli produk yaitu tindakan menginformasikan produk kepada  orang lain. Sedangkan mengenai pembelian ulang tidak dibahas dalam penelitian ini karena seorang konsumen tidak akan membeli produk yang sama (pendidikan kesehatan).

Pengukuran & Peramalan Permintaan


METODE PENGUKURAN DAN PERAMALAN PERMINTAAN


Ada beberapa metode yang dapat dipilih untuk melakukan pengukuran dan peramalan dalam studi kelayakan proyek. Akan tetapi perlu disimak terlebih dahulu sebenarnya untuk apa pengukuran dan peramalan permintaan ini. Sesuai dengan judulnya, ada suatu cara/alat yang bisa kita gunakan untuk mengukur dan meramalkan sesuatu yang akan terjadi. Walau peramalan ini tidak bersifat mutlak akan terjadi. Tapi dengan adanya metode ini sedikit banyak membantu dalam pengambilan keputusan dalam proyek yang akan dilaksanakan. Pada dasarnya terdapat dua pendekatan utama dalam peramalan dengan metode kuantitatif. Pertama dengan pendekatan Time series, yakni model yang tidak memperhatikan hubungan sebab akibat atau dengan kata lain hasil peramalannya hanya memperhatikan kecenderungan dari data masa lalu yang tersedia. Pendekatan yang kedua adalah..pendekatan yang memperhatikan sebab akibat (cause- effect method) atau pendekatan yang menjelaskan terjadinya suatu keadaan (explanatory method) oleh sebab-sebab tertentu. Tentu saja tidak semua variable penyebab/penjelas mampu dirangkum secara keseluruhan melainkan hanya beberapa diantaranya yang secara teoritik dinyatakan merupakan variable penjelas utama tercakup dalam model persamaan. Dengan kata lain hubungan sebab akibat yang terjadi bukan hubungan deterministic, melainkan hubungan stokastik.
1.          Metode Time Series
Metode dalam pengukuran dan peramalan permintaan yang di dasarkan pada data dan keadaan dimasa lalu. Oleh karena itu metode ini dapat cukup akurat bila keadaan dimasa datang tidak berbeda jauh dengan keadaan masa lalu. Beberapa dari metode ini masih dapat memberikan hasil peramalan yang memadai, diantaranya adalah moving average dan smoothing (penghalusan), namun beberapa metoda lain tidak dapat memberikan hasil yang akurat.

2.          Metode Regresi Korelasi
Metode ini mendasarkan diri pada hubungan sebab akibat atas terjadinya variasi dari suatu variable dan hubungan sebab akibat tersebut Nampak dalam fungsi persamaan regresi. Sedangkan korelasi merupakan alat pembantu yang berguna untuk mengetahui sejauh mana intensitas hubungan yang terjadi antara variable-variable yang bersangkutan